Skripsi tidak kunjung selesai karena revisi dosen yang terus berulang? Bisa jadi penyebabnya bukan karena dosen terlalu perfeksionis, melainkan adanya kesalahan fatal dalam penulisan skripsi yang sering dilakukan mahasiswa tanpa disadari.
Artikel ini akan membahas secara lengkap 10 kesalahan fatal dalam skripsi yang paling sering membuat revisi dosen tidak pernah selesai. Artikel ini disusun sesuai kaidah SEO dan cocok untuk mahasiswa S1.
1. Rumusan Masalah Tidak Jelas dan Terlalu Umum
Rumusan masalah adalah fondasi utama skripsi. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah rumusan masalah terlalu luas, tidak fokus, atau tidak dapat diteliti secara ilmiah.
Dosen pembimbing biasanya akan terus meminta revisi jika rumusan masalah tidak spesifik.
2. Judul Skripsi Tidak Sesuai dengan Isi
Judul skripsi harus mencerminkan isi penelitian. Banyak mahasiswa terjebak menggunakan judul yang terdengar ilmiah tetapi tidak sesuai dengan metode atau hasil penelitian.
Ketidaksesuaian ini hampir pasti menyebabkan revisi berulang.
3. Latar Belakang Tidak Menunjukkan Masalah Nyata
Latar belakang yang hanya berisi teori tanpa fenomena nyata akan dianggap lemah oleh dosen pembimbing.
Latar belakang harus menunjukkan urgensi dan alasan kuat mengapa penelitian perlu dilakukan.
4. Landasan Teori Lemah dan Minim Referensi
Landasan teori yang dangkal membuat skripsi kehilangan dasar ilmiah. Banyak mahasiswa hanya mengutip buku lama tanpa jurnal terbaru.
Dosen biasanya meminta penambahan dan penguatan referensi.
5. Metode Penelitian Tidak Tepat
Kesalahan fatal lainnya adalah memilih metode penelitian yang tidak sesuai dengan rumusan masalah.
Hal ini menyebabkan data yang dikumpulkan tidak relevan.
6. Teknik Pengumpulan Data Tidak Dijelaskan Detail
Penjelasan teknik pengumpulan data yang terlalu singkat sering menjadi alasan revisi dosen.
Dosen ingin penelitian dapat direplikasi secara ilmiah.
7. Analisis Data Tidak Menjawab Rumusan Masalah
Data sudah dikumpulkan, tetapi analisisnya tidak menjawab rumusan masalah. Ini adalah kesalahan yang sangat sering terjadi.
Dosen akan meminta mahasiswa mengulang analisis dari awal.
8. Pembahasan Hanya Mengulang Hasil
Pembahasan seharusnya menginterpretasikan hasil, bukan sekadar mengulang data.
Dosen mengharapkan pembahasan yang dikaitkan dengan teori dan penelitian sebelumnya.
9. Kesimpulan Tidak Menjawab Tujuan Penelitian
Kesimpulan yang terlalu umum atau tidak sesuai tujuan penelitian akan selalu direvisi.
Kesimpulan harus ringkas, padat, dan tepat sasaran.
10. Kesalahan Teknis Penulisan Skripsi
Kesalahan EYD, sitasi, dan format penulisan sering dianggap sepele, padahal bisa menghambat acc skripsi.
Dosen sangat memperhatikan kerapian akademik.
Penutup
Revisi skripsi yang tidak kunjung selesai hampir selalu disebabkan oleh kesalahan mendasar. Dengan menghindari 10 kesalahan fatal dalam skripsi di atas, Anda bisa mempercepat proses bimbingan dan lulus tepat waktu.
Semoga artikel ini membantu Anda menyelesaikan skripsi dengan lebih lancar.