Cara Menyesuaikan Artikel Ilmiah dengan Scope dan Fokus Jurnal

Scope jurnal menentukan apakah editor akan menerima atau menolak artikel ilmiah. Banyak penulis gagal publish karena mereka tidak menyesuaikan naskah dengan fokus jurnal. Oleh karena itu, penulis harus memahami scope jurnal sebelum mengirim artikel.

Selain itu, kesesuaian scope membantu editor menilai relevansi penelitian. Dengan strategi yang tepat, penulis dapat menghindari desk rejection sejak awal.

Pengertian Scope dan Fokus Jurnal

Scope jurnal menjelaskan batasan topik yang sebuah jurnal terima. Setiap jurnal menetapkan tema, pendekatan, dan jenis penelitian tertentu. Dengan memahami scope tersebut, penulis dapat menilai kecocokan artikelnya.

Sementara itu, fokus jurnal menunjukkan arah utama publikasi. Biasanya, fokus ini terlihat jelas dari artikel yang jurnal terbitkan.

Alasan Scope Jurnal Sangat Menentukan Publikasi Artikel

Editor menggunakan scope jurnal sebagai alat seleksi pertama. Jika artikel tidak sesuai, editor akan langsung menghentikan proses review. Akibatnya, penulis kehilangan waktu dan kesempatan publikasi.

Karena alasan tersebut, penulis harus memastikan kesesuaian topik sejak awal. Langkah ini menjadi strategi penting dalam publish jurnal.

Langkah Menyesuaikan Artikel Ilmiah dengan Scope Jurnal

1. Baca Aim and Scope Jurnal Secara Teliti

Penulis perlu membaca bagian aim and scope jurnal secara menyeluruh. Bagian ini menjelaskan topik, metode, dan pendekatan yang jurnal terima. Dengan cara ini, penulis dapat menilai relevansi artikel secara objektif.

Selain itu, penulis sebaiknya mencatat kata kunci utama dari scope jurnal. Kata kunci tersebut membantu penulis menyesuaikan fokus penelitian.

2. Pelajari Artikel yang Pernah Jurnal Terbitkan

Penulis perlu membaca beberapa artikel terbaru dari jurnal target. Melalui langkah ini, penulis memahami gaya penulisan dan kecenderungan topik. Akibatnya, penulis dapat menyesuaikan sudut pandang penelitian.

Selain itu, analisis artikel terdahulu membantu penulis menentukan kedalaman pembahasan.

Penulis mempelajari artikel jurnal untuk menyesuaikan scope jurnal

3. Sesuaikan Judul, Abstrak, dan Kata Kunci

Editor membaca judul, abstrak, dan kata kunci sebagai bagian pertama. Oleh karena itu, penulis harus menyesuaikan ketiga bagian tersebut dengan scope jurnal. Dengan penyesuaian ini, editor langsung melihat relevansi artikel.

Selain itu, penggunaan istilah yang sesuai dengan fokus jurnal akan memperkuat kesan awal.

4. Sesuaikan Pendekatan Metodologi

Setiap jurnal memiliki preferensi metode penelitian tertentu. Penulis perlu menjelaskan metodologi sesuai pendekatan yang jurnal prioritaskan. Dengan metode yang relevan, artikel terlihat lebih kuat secara akademik.

Jika perlu, penulis dapat menonjolkan bagian metode yang sesuai fokus jurnal.

5. Tegaskan Kontribusi Penelitian

Kontribusi penelitian harus selaras dengan tujuan jurnal. Penulis perlu menjelaskan manfaat teoretis atau praktis secara eksplisit. Dengan kontribusi yang jelas, editor dan reviewer lebih mudah menilai artikel.

Selain itu, penulis sebaiknya menegaskan kontribusi pada bagian pembahasan.

Penyesuaian artikel ilmiah dengan fokus dan scope jurnal

Kesalahan yang Sering Penulis Lakukan

Banyak penulis hanya mengubah judul tanpa menyesuaikan isi artikel. Selain itu, penulis sering mengabaikan pendekatan metodologi jurnal. Akibatnya, editor tetap menilai artikel tidak sesuai scope.

Oleh karena itu, penulis perlu menyesuaikan artikel secara menyeluruh. Dengan strategi ini, peluang publish jurnal akan meningkat.

Kesimpulan

Penulis perlu menyesuaikan artikel ilmiah dengan scope jurnal sebelum submit. Dengan memahami fokus dan karakter jurnal, penulis dapat menghindari penolakan awal. Oleh karena itu, strategi ini wajib penulis terapkan dalam publish jurnal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top