Langkah Awal Menulis Artikel Jurnal bagi Mahasiswa dan Dosen Pemula

Menulis artikel jurnal sering menjadi tantangan besar bagi mahasiswa dan dosen pemula. Namun, penulis sebenarnya dapat menguasai proses ini jika memahami langkah awal dengan benar. Oleh karena itu, penulis perlu menyiapkan strategi sejak tahap perencanaan.

Selain itu, penulis yang memahami alur penulisan akan menghindari revisi berulang. Dengan demikian, peluang artikel untuk lolos seleksi awal jurnal akan meningkat.

Mengapa Langkah Awal Menulis Artikel Jurnal Sangat Penting?

Langkah awal menentukan kualitas keseluruhan artikel jurnal. Jika penulis memulai dengan perencanaan yang jelas, proses penulisan akan berjalan lebih terarah. Sebaliknya, penulis yang menulis tanpa strategi sering kehilangan fokus pembahasan.

Selain menentukan arah penelitian, langkah awal juga membantu penulis menyesuaikan artikel dengan standar jurnal. Akibatnya, editor dapat menilai kesiapan naskah sejak membaca bagian awal.

Langkah Awal Menulis Artikel Jurnal yang Wajib Dipahami

1. Menentukan Topik yang Spesifik dan Relevan

Pertama, penulis perlu menentukan topik penelitian yang spesifik. Topik yang terlalu luas akan menyulitkan proses analisis dan pembahasan. Oleh karena itu, penulis harus mempersempit fokus sesuai bidang keilmuan.

Dengan topik yang jelas, penulis dapat menyusun argumen secara lebih tajam. Selain itu, artikel jurnal akan terlihat lebih terarah dan konsisten.

2. Menentukan Jurnal Tujuan Sejak Awal

Selanjutnya, penulis perlu menentukan jurnal tujuan sebelum mulai menulis. Setiap jurnal menetapkan scope, gaya selingkung, dan template yang berbeda. Dengan menyesuaikan artikel sejak awal, penulis dapat menghemat waktu revisi.

Selain itu, penulis dapat menyesuaikan kedalaman pembahasan dengan karakter jurnal. Dengan cara ini, risiko desk reject dapat ditekan secara signifikan.

3. Mengkaji Literatur dan Penelitian Terdahulu

Setelah menentukan jurnal tujuan, penulis perlu mengkaji literatur yang relevan. Penulis harus membaca jurnal terbaru untuk memahami perkembangan riset terkini. Dengan langkah ini, penulis dapat menentukan posisi penelitian secara jelas.

Lebih lanjut, kajian pustaka yang kuat membantu penulis menunjukkan kebaruan riset. Akibatnya, reviewer akan lebih mudah menilai kontribusi ilmiah artikel.

Mahasiswa dan dosen pemula mengkaji literatur jurnal ilmiah

4. Menyusun Kerangka Artikel Jurnal

Selanjutnya, penulis perlu menyusun kerangka artikel jurnal secara sistematis. Kerangka ini membantu penulis menjaga alur penulisan dari awal hingga akhir. Dengan kerangka yang jelas, proses menulis menjadi lebih terkontrol.

Selain menjaga alur, kerangka juga mencegah pembahasan yang melebar. Akibatnya, artikel jurnal menjadi lebih fokus dan mudah dipahami.

5. Memahami Template dan Pedoman Penulisan Jurnal

Selain struktur, penulis juga perlu memahami template jurnal secara detail. Setiap jurnal menyediakan pedoman terkait format, sitasi, dan jumlah kata. Dengan mengikuti pedoman ini, penulis menunjukkan sikap profesional.

Lebih penting lagi, kepatuhan terhadap template mempercepat proses editorial. Dengan demikian, editor dapat memproses artikel tanpa kendala teknis.

Kesalahan Awal yang Sering Dilakukan Penulis Pemula

Meskipun terlihat sepele, banyak penulis melewatkan tahap perencanaan. Akibatnya, artikel sulit menyesuaikan scope jurnal tujuan. Selain itu, penulis sering mengabaikan literatur terbaru.

Padahal, jurnal ilmiah menuntut kebaruan dan relevansi riset. Oleh sebab itu, penulis perlu menempatkan kajian pustaka sebagai prioritas.

Tips Agar Proses Menulis Artikel Jurnal Lebih Lancar

1. Buat Jadwal Menulis yang Konsisten

Pertama, penulis perlu menetapkan jadwal menulis yang realistis. Dengan jadwal yang konsisten, penulis dapat menjaga progres penulisan. Selain itu, kebiasaan menulis akan terbentuk secara alami.

2. Diskusikan Draft dengan Pembimbing atau Rekan Sejawat

Selanjutnya, penulis perlu mendiskusikan draft dengan pembimbing. Diskusi membantu penulis mengidentifikasi kelemahan sejak awal. Dengan masukan yang tepat, kualitas artikel akan meningkat.

3. Manfaatkan Bimbingan Publish Jurnal

Terakhir, penulis pemula dapat memanfaatkan bimbingan publish jurnal. Pendampingan membantu penulis memahami strategi submit dan revisi. Dengan bimbingan yang tepat, peluang accepted akan meningkat.

Bimbingan menulis artikel jurnal bagi penulis pemula

Kesimpulan

Secara keseluruhan, langkah awal menulis artikel jurnal menentukan keberhasilan publikasi. Penulis perlu merencanakan topik, jurnal tujuan, dan struktur artikel sejak awal. Dengan menerapkan langkah ini secara konsisten, mahasiswa dan dosen pemula dapat meningkatkan peluang publikasi jurnal ilmiah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top