Kesalahan submit artikel jurnal sering menjadi penyebab utama penolakan naskah. Sayangnya, banyak penulis tidak menyadari kesalahan ini karena terlihat sepele. Padahal, kesalahan kecil saat submit dapat langsung menggugurkan peluang publikasi.
Oleh karena itu, penulis perlu memahami proses submit jurnal secara menyeluruh. Dengan persiapan yang tepat, risiko penolakan dapat diminimalkan sejak awal.
Mengapa Tahap Submit Artikel Jurnal Sangat Krusial?
Tahap submit menjadi gerbang pertama penilaian editor. Editor menilai kesesuaian artikel melalui dokumen, metadata, dan kelengkapan file. Jika penulis melakukan kesalahan, editor dapat melakukan desk reject tanpa review.
Selain itu, kesalahan submit mencerminkan profesionalitas penulis. Dengan submit yang rapi, editor lebih percaya pada kualitas artikel.
Kesalahan Fatal saat Submit Artikel Jurnal
1. Salah Memilih Jurnal Tujuan
Banyak penulis mengirim artikel ke jurnal tanpa memeriksa scope. Akibatnya, topik artikel tidak relevan dengan fokus jurnal. Editor pun langsung menolak artikel pada tahap awal.
Oleh sebab itu, penulis perlu mencocokkan topik dengan scope jurnal. Dengan cara ini, peluang artikel untuk diproses akan meningkat.
2. Mengabaikan Author Guidelines
Kesalahan submit artikel jurnal sering muncul karena penulis tidak membaca author guidelines. Padahal, panduan tersebut menjelaskan format, struktur, dan sistem sitasi. Jika penulis mengabaikannya, editor akan menilai artikel tidak siap terbit.
Sebaliknya, artikel yang mengikuti panduan terlihat lebih profesional.
3. Metadata Artikel Tidak Diisi dengan Benar
Metadata seperti judul, abstrak, dan kata kunci memiliki peran penting. Namun, banyak penulis mengisinya secara asal atau menyalin langsung dari naskah. Akibatnya, sistem jurnal tidak menampilkan informasi artikel secara optimal.
Oleh karena itu, penulis perlu menyesuaikan metadata dengan ketentuan jurnal.
4. File Artikel Tidak Lengkap atau Salah Format
Beberapa jurnal meminta file terpisah seperti cover letter dan declaration. Namun, penulis sering lupa mengunggah dokumen pendukung tersebut. Akibatnya, proses editorial menjadi terhambat.
Untuk menghindari hal ini, penulis perlu memeriksa checklist submit.
5. Tidak Menyertakan Cover Letter yang Relevan
Cover letter membantu editor memahami nilai artikel. Sayangnya, banyak penulis tidak menyertakan cover letter sama sekali. Jika ada, isinya sering terlalu umum dan tidak spesifik.
Padahal, cover letter yang baik dapat meningkatkan kesan pertama editor.
6. Salah Menentukan Penulis Korespondensi
Kesalahan submit artikel jurnal juga terjadi saat menentukan corresponding author. Jika email tidak aktif, editor akan kesulitan menghubungi penulis. Akibatnya, proses review dapat terhenti.
Oleh karena itu, penulis perlu memastikan data korespondensi selalu aktif.
Dampak Kesalahan Submit Artikel Jurnal
Kesalahan saat submit dapat menyebabkan desk reject. Selain itu, proses review menjadi lebih lama karena perbaikan administrasi. Akibatnya, waktu publikasi artikel menjadi tertunda.
Dengan submit yang benar, penulis dapat menghemat waktu dan tenaga.
Cara Menghindari Kesalahan saat Submit Artikel Jurnal
1. Buat Checklist Submit Artikel
Checklist membantu penulis memastikan semua dokumen sudah lengkap. Dengan daftar ini, penulis tidak akan melewatkan langkah penting.
2. Lakukan Simulasi Submit
Sebelum submit resmi, penulis dapat mempelajari sistem OJS jurnal. Dengan simulasi, penulis lebih siap saat proses submit berlangsung.
3. Manfaatkan Bimbingan Publish Jurnal
Bimbingan publish jurnal membantu penulis menghindari kesalahan teknis. Pendampingan memastikan proses submit berjalan sesuai standar jurnal. Dengan bantuan yang tepat, peluang accepted akan meningkat.
Kesimpulan
Kesalahan submit artikel jurnal sering terjadi karena kurangnya pemahaman teknis. Namun, penulis dapat menghindarinya dengan persiapan yang matang. Dengan submit yang benar dan strategis, peluang artikel diterima oleh jurnal akan semakin besar.